suatu hari kau akan ingat, jarak kita tanpa batasan dengan semua ruang-ruang yang akhirnya bersekat ..
setiap hari aku , kamu, kita melaju dengan kasih sayang yang sama dan ketulusan yang tidak dapat terukur dengan apapun.
setiap hari aku, kalian, bernaung dalam kecerian bersama,
gelak tawa yang membahagiakan, kesal yang menjengkelkan, dan semua yang pernah terlewat .
dan tanpa sadar aku, kamu, kita telah mencapai semua pertemuan yang telah ditakdirkan.
aku mulai tergantikan,
dulu kelereng menjadi gurauan bersama,
kertas bergambar mengisi setiap waktu-waktu dalam hangatnya kebersamaan .
kemana-mana , selalu ada aku dimana kamu dan kamu ada, disitu aku.
saat kamu dan kamu menangis, aku melerai semuanya.
aduan semua ku dengarkan dan dengan lantang aku berjalan..
jangan menangis, aku akan membela mu . !
tidak peduli siapa yang sebenarnya salah, namun saat itu yang ku pikirkan hanya,
tidak ada yang boleh menyakiti kamu dan kamu ...
waktu , hanya aku yang memperhatikan dan kamu dan kamu berjalan dengan seiringnya..
perbedaan yang tidak cukup jauh membuat kita tumbuh tanpa kekosongan.
semakin lama semakin terlihat ,
ternyata sedikit demi sedikit nampak dan hampir sempurna,
kebiasaan aku, kamu dan kamu mulai berbeda,
aku sudah tidak perduli dengan jumlah kelereng yang ada dalam kaleng,
akupun suadah jarang bercengkrama dengan kertas-kertas bergambar.
aku telah menemukan dunia baruku tanpa kamu dan kamu,
masih saja waktu berjalan dengan perlahan dalam musim yang berganti,
setelahnya, tiba waktu kamu dan kamu mengenal dunia seperti yang aku katakan.
dunia sendiri dengan perkara-perkara lain,
pengalaman berbeda , tumbuh dan tumbuh..
sampai aku bilang,
ternyata sekat itu benar telah berdiri terpampang Aku -Tembok - Kamu - Tembok - dan Kamu.
# fiksiana
# fiksiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar